Let's do something cliche, my brain
said so. Oke bukan 'do', tapi lebih jelasnya seperti, 'hey, mari
bercerita, mengenang 2013, dan hal yang lebih klise lagi, apalagi kalo
bukan resolusi tahun baru!' atau, singkatnya 'write a blog post'.
Sekarang
28 Januari 2014, a bit late isn't it, so forgive me, gue bakal
bercerita mungkin agak panjang, mungkin juga pendek, karena seperti
biasanya lagi, gue bakal berhenti posting di tengah jalan (typical me)
karena gue bakal bosen ngeliat tulisan sendiri.
2013
was hell of a year, but God did put a little cherry heaven on the top
of it (but to be honest I don't even like cherry). It was a wonderful
year, if I put aside everything bad about it. What's good about bad is, I
need 'bad', buat nyeimbangin hidup ini. Hidup ga bakal ada asiknya kalo
cuma tentang seneng-seneng flat kan ya. Jadi gue sangat bersyukur
kepada Tuhan udah ngebikin gue merasakan hal-hal yang tidak gue senangi,
yang gue benci, yang gue males buat nginget.
Teknologi
Informasiberperan penting dalam memperbaiki kualitas suatu Instansi.
Penggunaannya tidak hanya sebagai proses otomatisasi terhadap akses
informasi, tetapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan
sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga proses organisasi yang terjadi
akan efisien, terukur, dan fleksibel.
Bahkan dewasa
ini perkembangan Teknologi Informasi mulai mendapat sambutan positif dari
masyarakat. Perkembangannya tidak hanya disambut dan dinikmati oleh kalangan
bisnis maupun pemerintah saja, tetapi juga mulai merambah dalam dunia
pendidikan. karena ketersediaan informasi yang terintegrasi makin penting
dalam mendukung upaya menciptakan generasi penerus bangsa yang kompetitif.
Contoh di dunia pendidikan sendiri yang dianggap sebagai
‘budaya’ yaitu TITIP ABSEN. Sekolah maupun perguruan tinggi pastinya sudah
menerapkan budaya tersebut. Bagaimana tidak, dengan berbagai alasan yang
dicerca para murid maupun mahasiswa, mereka menitipkan absen kepada temannya.
Seakan mereka seperti tidak memiliki rasa bersalah. Hal
kecil yang dilakukan berulang-ulang ini, tentunya melunturkan karakter bangsa
terutama remaja sendiri. Bagaimana bisa membangun negara, jika karakter penerus
bangsanya seperti itu?
Terus apa solusinya? Teknologi iris
recognitionbisa menjadi salah satu solusinya.
Teknologi iris recognition mengidentifikasi seseorang dengan cara mengambil citra
digital beresolusi tinggi terhadap iris mata. Merupakan salah satu biometrics
yang bergantung pada keunikan pola iris mata.
Cara kerja dari iris recognition system :
•Kamera penangkap akan mengambil citra dari iris mata.
•Setelah didapatkan citra, maka sistem akan mengekstraksi
pola menggunakan algoritma tertentu.
• Berdasarkan hasil pola yang terbentuk akan dibuat skema
koordinatyang mempresentasikan titik-titik pada citra.
• Kemudian akan dihasilkan Iris Code yang berupa bilangan
biner yang dipetakan dari skema koordinat. Iris Code ini yang biasanya akandisimpan dalam database sebagai
template untuk pembanding.
Penerapannya
dalam perguruan tinggi seperti ini. Di setiap ruangan kuliah, hardware sudah terpasang.
Dosen melakukan absensi terlebih dahulu, setelah itu baru mahasiswanya, pertama
memasukkan nomor induk yang berguna sebagai password atau bisa juga dengan scan
kartu tanda pengenal seperti kartu tanda mahasiswa, lalu dilanjutkan dengan scan iris. Apabila
cocok dengan database maka mahasiswa diperbolehkan masuk, apabila tidak cocok
hardware akan menampilkan bahwa tidak cocok dengan database. Absennya juga dilakukan sebanyak dua
kali, saat akan kuliah dan saat kuliah berakhir.
Data kehadiran mahasiswamaupun dosen sendiri sudah otomatis
tercantum dalam software data laporan kehadiran pada bagian akademik.
Kita bisa menerapkan sistem ini di perguruan tinggi kita, IT Telkom, sehingga mahasiswa-mahisiswinya serta para dosennya menjadi semakin jujur dan melek teknologi.
Berpikir kritis adalah pengujian
secara rasional terhadap ide-ide, kesimpulan, pendapat, prinsip, pemikiran,
masalah, kepercayaan dan tindakan. Menurut Strader (1992), bepikir kritis
adalah suatu proses pengujian yang menitikberatkan pendapat tentang kejadian
atau fakta yang mutakhir dan menginterprestasikannya serta mengevaluasi
pandapat-pandapat tersebut untuk mendapatkan suatu kesimpulan tentang adanya
perspektif pandangan baru.
ELEMEN-ELEMEN BERPIKIR KRITIS
Identifikasi premis-premis dan
kesimpulan. Pemikir
kritis memiliki argumen ke dalam laporan dasardan menarik implikasi
logis.
Klarifikasi argumen: Pemikir kritis menemukan
ambiguitas dan ketidakjelasan dalam argumen dan proposisi.
Pembentukan fakta: Pemikir kritis menentukan
apakah tempat yang wajar dan mengidentifikasi informasi yang telah dihilangkan
atau tidak dikumpulkan. Mereka menentukan apakah implikasi yang logis dan
mencari data berpotensi bertentangan.
Evaluasi Logika: Pemikir kritis menentukan
apakah tempat dukungan kesimpulan. Dalam argumen deduktif, kesimpulan harus
benar jika premis-premis adalah benar. Dalam argumen induktif, kesimpulan yang
mungkin jika tempat yang benar.
Evaluasi akhir: Pemikir kritis menimbang bukti
dan argumen. Data pendukung, logika dan bukti meningkatkan berat argumen.
Kontradiksi dan kurangnya bukti penurunan berat argumen. Pemikir kritis tidak
menerima proposisi jika mereka berpikir ada lebih banyak bukti terhadap mereka
atau jika argumen tidak jelas, menghilangkan informasi yang signifikan, atau
memiliki tempat yang salah atau logika yang buruk.
ANALISA BERPIKIR KRITIS
Analisis yang kritis (atau berpikir
kritis) merupakan suatu cara untuk mencoba memahami kenyataan,
kejadian (peristiwa), situasi, benda, orang, dan pernyataan yang ada di balik
makna yang jelas atau makna langsung. Analisis kritis mempersyaratkan sikap untuk
berani menantang apa yang dikatakan atau dikemukakan oleh pihak-pihak yang
lebih berkuasa -majikan, pemerintah dan lembaga. Analisis kritis mempertanyakan
asumsi.
Analisis kritis merupakan suatu
kapasitas, potensi yang dimiliki oleh semua orang. Kendati demikian, analisis
kritis tetap akan tumpul dan tidak berkembang apabila tidak diasah
(dipraktekkan). Selain itu, upaya untuk mempelajari cara pemakaian analisis
kritis tidak pernah selesai.
Analisis kritis merupakan upaya
pribadi atau upaya kolektif.
Analisis kritis juga berusaha
memahami "riwayat" pernyataan, situasi atau masalah yang perlu
difahami.
Analisis kritis mengkaji situasi
atau peristiwa dari sudut pandang yang utuh. Kontradiksi atau kebalikan dari
sebuah situasi perlu dicari.
Lalu apa itupremis?Premis
adalah pernyataan-pernyataan yang dikemukakan untuk mendukung satukesimpulan.
Sementaraitukesimpulanadalah pernyataan /informasi baru yang
didapatkan dari sintesis premis-premis.Istilah
lain yang digunakan adalahargumen.
Argumenadalah serangkaian pernyataan dimana
salah satunya merupakan kesimpulan dan yang lain adalah premis. Perhatikan
bahwa kesimpulan hanya satu sementara premis lebih dari satu.