1.20.2015

Lame post is lame

It’s always a mandatory thing for me to write some lame arse posting about last year, but first I’d like to say : HAPPY NEW YEAR 2015! Yeaaaah, I’ve been a very bad bIogger last year, the last post I wrote was in February 2014? That’s unforgivable, but then again, I don’t have a reader so that’s kinda okay.

2.20.2014

Fase?

Ketika lo lagi ga sibuk-sibuknya, ketika lo lagi punya banyak waktu kosong, apa yang bakalan lo lakukan? Kalo lo jawab kerja, nyari duit, dan sejenisnya yang berhubungan dengan itu, gue salut deh, applause banget. Sekarang-sekarang ini gue lagi dapet banyak waktu kosong (sekarang sih), dan lagi-lagi dengan parahnya gue masuk ke Fase Drama Korea.

Lo harus tau, gue udah ngebagi beberapa Korea-Korean menjadi beberapa fase. Harus banget dijelasin gitu? Harus dong. Buat diinget juga, fase ini sifatnya ga berurutan jadi bisa aja lo (ya, mungkin aja kan lo yang lagi baca ini lagi dalam Fase Korea-Koreaan) berada dalam fase “c”, “b”, dan lainnya yang bakal gue jelasin ini. Sip, langsung aja.

2.04.2014

Zonk!

Hari ini hari kedua semester 4, gila men semester 4. Gue masih ga bisa percaya kalo gue udah anak tahun 2, menuju tahun 3. Bener ya emang waktu berjalan sangat cepat.

Seperti minggu-minggu pertama kuliah di awal semester, semangat gue bakal berada di peaknya, masih hot-hotnya pingin belajar (cielah dusta banget). Tapi gue gabakalan ceritain yang begituan di post ini.

Gue lagi kena zonk banget, sepertinya gue ada salah apa gitu ya. Kemaren, gue baru sadar kalo lan card gue sepertinya rusak. Gue kira nih ya, internet kosan emang lagi ga bener (yang biasanya emang gitu). Eh tapi gue tanyain sama anak-anak lain pada nyala internetnya. Terus gue mikir, jangan-jangan RJ45 gue yang rusak? Kalo rusak kan tinggal berli baru gitu ya, murah doang. Gue cobain dulu make punya temen gue. Dan ternyata... Ga bisa. Ga bisa men!

Jangan-jangan.... Colokan lan gue yang ga bener, makanya di kamar gue doang yang ga bisa? Maka dari itu dengan segenap hati gue bawa-bawa laptop ke kamar Ega buat nyobain di kamar dia. Kecewa berat, tetep ga bisa. Connected sih iya tapi "No Internet Access". Sekarang gue mulai sadar banget ini pasti salahnya ada di laptop gue. Tapi gue masih pingin coba mastiin sekali lagi, jadi gue ke kamar Wiwi dan nyobain kabel lan dan internet disana. Tapi... Tetep ga bisa!

Gue udah putus asa banget, jadi gue disable aja local area connectionnya karena ga tau mau diapain lagi. Karena gue emang bego, gue lupa gimana cara enable itu local area connectionnya lagi. Sebenarnya sih kurang teliti aja ya, hehe. Akhirnya gue tanyain sana-sini (padahal cuma 2 orang). Dua-duanya nyuruh gue buat install ulang lan nya. Nah gue udah nyoba update driver pertama tapi katanya dia udah up to date! Jadi mau ga mau gue coba install ulang aja.

Deg-degan abis nginstall ulang, gue ngeliatin pojok kanan task bar mulu, berharap tanda seru kuning itu ga ada lagi. Tapi apa daya, sampe gue ngetik tulisan ini sekarang (yang mana gue ngetiknya di notepad) lan gue masih belom mau jalan. Jalan satunya-satunya kayaknya gue mesti beli USB lan. Gue mah takutnya ya kalo ternyata ga bisa juga, berarti salah apanya lagi dong?!

Lebih zonk nya lagi, mata gue yang kiri lagi merah dan perih banget. Gue ga sadar ini perihnya dari kapan, yang pasti emang tadi make soft lens ga enak aja. Tapi dengan begonya ya dibiarin dulu aja, soalnya gue masih di kampus kan.

Balik ke kosan, gue ngelepasin dari mata sebelah kiri itu rasanya kaya nyopotin soft lens dari mata yang kering kerontang, masyaAllah perih banget. Hasilnya mata kiri gue ngerluarin air mata (Tapi pas gue ngetik ini udah engga nangis-nangisan lagi). Googling sana-sini plus nanya yang udah pengalaman, gue jadi curigakalo gue kena abrasi kornea.
 
Dan ini baru 2 hari kuliah tapi udah berasa zonk banget. Semoga hari-hari kedepannya gue ga ngalamin zonk lagi, aamiin.

Dan ketika postingan ini gue post, lan gue udah bener lagi. Ga harus make USB lan (untung belom jadi beli). Sepertinya laptop gue lagi aneh aja kemaren.

1.29.2014

Postingan yang Amat Sangat Terlambat (Tentang 2013)

Let's do something cliche, my brain said so. Oke bukan 'do', tapi lebih jelasnya seperti, 'hey, mari bercerita, mengenang 2013, dan hal yang lebih klise lagi, apalagi kalo bukan resolusi tahun baru!' atau, singkatnya 'write a blog post'. 

Sekarang 28 Januari 2014, a bit late isn't it, so forgive me, gue bakal bercerita mungkin agak panjang, mungkin juga pendek, karena seperti biasanya lagi, gue bakal berhenti posting di tengah jalan (typical me) karena gue bakal bosen ngeliat tulisan sendiri.

2013 was hell of a year, but God did put a little cherry heaven on the top of it (but to be honest I don't even like cherry). It was a wonderful year, if I put aside everything bad about it. What's good about bad is, I need 'bad', buat nyeimbangin hidup ini. Hidup ga bakal ada asiknya kalo cuma tentang seneng-seneng flat kan ya. Jadi gue sangat bersyukur kepada Tuhan udah ngebikin gue merasakan hal-hal yang tidak gue senangi, yang gue benci, yang gue males buat nginget.


5.12.2013

Iris Recognition Technology (Tubes KPST)





Teknologi Informasi berperan penting dalam memperbaiki kualitas suatu Instansi. Penggunaannya tidak hanya sebagai proses otomatisasi terhadap akses informasi, tetapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga proses organisasi yang terjadi akan efisien, terukur, dan fleksibel.

Bahkan dewasa ini perkembangan Teknologi Informasi mulai mendapat sambutan positif dari masyarakat. Perkembangannya tidak hanya disambut dan dinikmati oleh kalangan bisnis maupun pemerintah saja, tetapi juga mulai merambah dalam dunia pendidikan. karena ketersediaan informasi yang terintegrasi makin penting dalam mendukung upaya menciptakan generasi penerus bangsa yang kompetitif.

Contoh di dunia pendidikan sendiri yang dianggap sebagai ‘budaya’ yaitu TITIP ABSEN. Sekolah maupun perguruan tinggi pastinya sudah menerapkan budaya tersebut. Bagaimana tidak, dengan berbagai alasan yang dicerca para murid maupun mahasiswa, mereka menitipkan absen kepada temannya.

Seakan mereka seperti tidak memiliki rasa bersalah. Hal kecil yang dilakukan berulang-ulang ini, tentunya melunturkan karakter bangsa terutama remaja sendiri. Bagaimana bisa membangun negara, jika karakter penerus bangsanya seperti itu?

Terus apa solusinya? Teknologi iris recognition bisa menjadi salah satu solusinya. Teknologi iris recognition mengidentifikasi seseorang dengan cara mengambil citra digital beresolusi tinggi terhadap iris mata. Merupakan salah satu biometrics yang bergantung pada keunikan pola iris mata.

Cara kerja dari iris recognition system :

  Kamera penangkap akan mengambil citra dari iris mata.
  Setelah didapatkan citra, maka sistem akan mengekstraksi pola menggunakan algoritma tertentu.
• Berdasarkan hasil pola yang terbentuk akan dibuat skema koordinatyang mempresentasikan titik-titik pada citra.
• Kemudian akan dihasilkan Iris Code yang berupa bilangan biner yang dipetakan dari skema koordinat. Iris Code ini yang biasanya akan disimpan dalam database sebagai template untuk pembanding.


Penerapannya dalam perguruan tinggi seperti ini. Di setiap ruangan kuliah, hardware sudah terpasang. Dosen melakukan absensi terlebih dahulu, setelah itu baru mahasiswanya, pertama memasukkan nomor induk yang berguna sebagai password atau bisa juga dengan scan kartu tanda pengenal seperti kartu tanda mahasiswa, lalu dilanjutkan dengan scan iris. Apabila cocok dengan database maka mahasiswa diperbolehkan masuk, apabila tidak cocok hardware akan menampilkan bahwa tidak cocok dengan database. Absennya juga dilakukan sebanyak dua kali, saat akan kuliah dan saat kuliah berakhir.
 
Data kehadiran mahasiswa maupun dosen sendiri sudah otomatis tercantum dalam software data laporan kehadiran pada bagian akademik.

Kita bisa menerapkan sistem ini di perguruan tinggi kita, IT Telkom, sehingga mahasiswa-mahisiswinya serta para dosennya menjadi semakin jujur dan melek teknologi.